Jumat, 28 Maret 2014

Artikel: Kurang Pergaulan

Manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendirian, selalu membutuhkan bantuan orang lain. Meskipun secara fisik mereka bisa hidup sendirian tapi secara psikologis mereka masih membutuhkan orang lain untuk keberadaannya. Dalam berhubungan dengan orang lain tidaklah mengenal tempat dan waktu. Dimanapun berada dapat terjadi hubungan. Dalam berhubungan dengan orang lain, ada orang yang mudah bergaul dan ada yang sulit bergaul alias kuper atau kurang pergaulan. Terlebih dulu kita bahas tentang apa sih pergaulan itu? Pergaulan ialah proses interaksi yang dilakukan oleh individu dengan individu atau individu dengan kelompok. Seperti yang dikemukakan oleh Aristoteles bahwa manusia sebagai makhluk sosial (zoon-politicon), yang artinya manusia sebagai makhluk sosial yang tak lepas dari kebersamaan dengan manusia lain. Pergaulan mempunyai pengaruh yang besar dalam pembentukan kepribadian seorang individu.
Ada 2 tipe kepribadian pada manusia, yaitu introvert dan ekstrovert. Seorang yang ekstrovert ialah orang yang mempunyai bakat bergaul, yang menyukai keramaian dan suka berteman dengan banyak orang, sedangkan orang yang introvert ialah orang yang mengasingkan diri dan menjauhkan diri dari pergaulan. Orang-orang semacam itu hanya sedikit mempunyai teman, yang paling mereka senangi adalah mengunci diri di kamar untuk membaca dan menonton TV, mereka lebih menyukai kesendiriannya dari pada berkumpul-kumpul dengan teman-temannya.
Sedangkan orang yang sulit bergaul alias kuper atau kurang pergaulan ialah orang yang malu dan hanya senang berteman dengan orang yang sudah lama dikenalnya. Mereka tidak senang menjadi anggota perkumpulan bridge atau klub apapun. Dan kalau harus berteman dengan orang yang belum dikenalnya, mereka merasa malu dan tegang.
Dari sekian masalah yang harus kita hadapi dalam hidup ini, kesulitan dalam bergaul adalah salah satunya. Bagi yang kebetulan sedang menghadapi masalah ini, mungkin ada dua hal yang perlu diingat:
Pertama, pergaulan itu erat kaitannya dengan kemampuan. Kemampuan di sini artinya bukan hasil bawaan dari lahir tetapi merupakan kapabilitas yang diraih dari usaha dalam mengembangkan diri. Jadi, apapun kepribadian anda, pada dasarnya anda punya kesempatan yang sama untuk bergaul seperti juga orang lain yang punya model kepribadian lain.
Wajar-wajar saja, sah-sah saja jika ada orang yang berkata “saya kan orangnya introvert, jadi saya tidak mudah bergaul, sedangkan dia kan ekstrovert jadi dia mudah bergaul dengan siapa saja, dan bla bla bla,,,”. Tapi ada satu hal yang perlu diingat bahwa dunia ini tidak peduli dengan apakah kita termasuk orang berkepribadian ini itu dan itu ini. Dunia ini hanya tahu satu hal: kalau kita mengalami kesusahan bergaul, hidup kita juga mengalami kesusahan yang tidak kita inginkan. TITIK. Ini adalah sebuah dalil mengapa kita perlu mengembangkan potensi yang mendukung perbaikan kemampuan kita dalam bergaul, terlepas apapun model kepribadian kita.
Apapun model kepribadian kita tentu ada sisi negative dan positivenya. Oleh karena itu sisi positive itu harus kita kembangkan untuk memperbaiki hidup kita dan sisi negative harus kita control supaya tidak merugikan orang lain.
Kedua, pergaulan itu tidak identik dengan banyak ngomong atau sedikit ngomong, tidak identik dengan apakah anda seorang pendiam atau tidak pendiam. Tapi pergaulan itu bagaimana kita berkomunikasi dengan orang lain dan bagaimana kita menjaga hubungan itu. Karenanya, jangan heran bila menjumpai orang yang banyak ngomong tetapi pergaulannya sempit dan jangan heran pula bila melihat orang yang sedikit ngomong tetapi pergaulannya luas.
Inilah penyebab kurang pergaulan dan juga cara mengatasinya:
1.      Hasil didikan orang tua yang selalu melarangnya
Biasanya anak yang dididik seperti ini cenderung penakut, tidak berani bertindak, karena jika dia melakukan sesuatu yang baru dia takut dimarahi dan dilarang. Dia lebih baik berdiam diri dan tidak mau berbuat apa-apa dari pada terkena marah.
Cara mengatasi anak seperti ini ialah dengan bergaul dengan seseorang yang pemberani dan bersemangat dalam hidupnya, supaya bisa tertular. Kita juga bisa mengikuti organisasi atau komunitas-komunitas lainnya.
2.      Terlalu memikirkan diri sendiri
Hal ini bisa mengganggu kelancaraan saat sedang berbicara / berdialog dengan orang lain. Ketika sedang berbicara dengan orang lain, jangan memikirkan bagaimana sepatu anda, bagaimana rambut anda, bagaimana cara duduk anda, bagaimana seluler anda, dan seterusnya. Atau juga jangan mengembangkan asumsi seperti misalnya: bagaimana orang lain menilai kostum saya, dan sejumlah “bagaimana” yang lain. Ini kerap bisa membuat konsentrasi anda bukan pada pembicaraan, tetapi kepada diri sendiri. Kalau Anda sedikit-sedikit melihat ke diri sendiri, mungkin anda akan kehilangan momen untuk menghangatkan suasana.
Jadi cara mengatasinya ialah fokuskan pada bagaimana menciptakan suasana supaya bisa menjadi hidup, bukan memikirkan diri sendiri. Ciptakan kehangatan dalam berdialog. Trus bagaimana caranya? Yaitu dengan mendengarkan dan mengungkapkan dan memunculkan humor atau guyonan yang mendukung.
 Itulah secuil tentang Kuper alias kurang pergaulan. Jangan menutup diri anda pada sesuatu hal yang positive, hargailah pendapat dan karakter orang. Perlihatkan kelebihan anda dan kembangkan potensi anda. Taburkan sesuatu yang positive kepada semua orang maka orang lain yang akan menghampiri anda.

Kepribadian Introvert, Ambievert, dan Ekstrovert



Seperti yang kita ketahui, manusia itu memiliki berbagai macam sifat, dan dari sifat-sifat itulah akan mencerminkan kepribadiannya. Emang ada berapa jenis kepribadian ya sebenarnya? Menurut sang dokter psikologi dari Swiss, Carl Jung, terdapat 3 jenis kepribadian umum pada manusia, yaitu Introvert (Introversion), Ambievert (Ambiversion) dan Extrovert (Extraversion).

Pasti anda udah gak terlalu asing dengan kata-kata ini. Tapi di antara ke-3 jenis kepribadian ini, yang paling sering diucapkan hanya 2 aja, yaitu Introvert dan Extrovert. Berikut adalah ringkasan mengenai ke-3 kepribadian tersebut:

1. Introvert (Introversion)

Introvert atau Introversion adalah kepribadian manusia yang lebih berkaitan dengan dunia dalam pikiran manusia itu sendiri. Jadi manusia yang memiliki sifat introvert ini lebih cenderung menutup diri dari kehidupan luar. Mereka adalah manusia yang lebih banyak berpikir dan lebih sedikit beraktifitas. Mereka juga orang-orang yang lebih senang berada dalam kesunyian atau kondisi yang tenang, daripada di tempat yang terlalu banyak orang.
- Ciri-ciri Introvert: 
a. Senang menyendiri 
b. Pemikir 
c. Pemalu 
d. Pendiam 
e. Lebih senang bekerja sendirian 
f. Lebih suka berinteraksi secara langsung dengan 1 orang (1 on 1 interaction) 
g. Susah bergaul (kuper) 
h. Senang berimajinasi 
i. Jarang bercerita, lebih suka mendengarkan orang bercerita 
j. Senang dengan kegiatan yang tenang (membaca, bermain komputer, memancing, bersantai dsb) 
k. Lebih senang mengamati dalam sebuah interaksi 
l. Berpikir dulu baru berbicara/melakukan 
m. Lebih mudah mengungkapkan perasaan dengan tulisan

2. Extrovert (Extraversion) 

Extrovert atau Extraversion merupakan kebalikan dari Introvert. Manusia dengan kepribadian extrovert lebih berkaitan dengan dunia di luar manusia tersebut. Jadi manusia yang memiliki sifat extrovert ini lebih cenderung membuka diri dengan kehidupan luar. Mereka adalah manusia yang lebih banyak beraktifitas dan lebih sedikit berpikir. Mereka juga orang-orang yang lebih senang berada dalam keramaian atau kondisi dimana terdapat banyak orang, daripada di tempat yang sunyi. 
- Ciri-ciri Extrovert: 
a. Senang bersama orang 
b. Percaya diri (Kadang bisa berlebihan) 
c. Aktif 
d. Lebih senang bekerja kelompok 
e. Lebih suka berinteraksi dengan banyak orang sekaligus 
f. Gampang bergaul (supel) 
g. Senang beraktifitas 
h. Lebih senang bercerita, daripada mendengarkan orang bercerita 
i. Senang dengan kegiatan dengan banyak orang (jalan-jalan, pergi ke konser, nongkrong, berpesta dsb) 
j. Lebih senang berpartisipasi dalam sebuah interaksi 
k. Berbicara/Melakukan dulu baru berpikir 
l. Lebih mudah mengungkapkan perasaan dengan kata-kata

3. Ambievert (Ambiversion) 

Ambievert atau Ambiversion adalah kepribadian manusia yang memiliki 2 kepribadian, yaitu Introvert dan Extrovert. Manusia dengan kepribadian ambievert dapat berubah-ubah dari introvert menjadi extrovert, atau sebaliknya. Memiliki kepribadian ambievert ini bisa dibilang baik, karena manusia tersebut bisa fleksibel untuk beraktifitas sebagai introvert ataupun extrovert, serta dapat berinteraksi dengan introvert dan extrovert dengan baik. 
Tidak seperti Introvert yang susah bergaul dengan Extrovert dan sebaliknya. Namun, kekurangan dari kepribadian ini, karena memiliki kepribadian di antara introvert dan extrovert, orang dengan kepribadian ambievert jadi sering terlihat moody, karena sifatnya yang sering berubah-ubah. 

Jadi, anda termasuk orang dengan kepribadian yang mana?