Selasa, 24 November 2020

REMAJA JUGA SEBAGAI MAKHLUK TUHAN

 


A. Memahami Diri Sebagai Makhluk Tuhan

Tuhan menciptakan manusia dengan segala kesempurnaannya baik yang bersifat fisik maupun yang bersifat psikis. Manusia adalah puncak penciptaan makhluk Tuhan setelah jagad raya dan seisinya.

Manusia memiliki saya atomic dan daya mineral (tubuhnya terdiri dari atom-atom dan mineral).

Tumbuhan (nabati) memiliki daya nutrisik, yakni daya tumbuh (bertambah) dan daya reproduksi (berkembang biak). Daya ini dimiliki pula oleh manusia. Adapun hewan memiliki daya hewani yaitu daya penginderaan dan daya gerak (berpindah). Daya ini juga dimiliki oleh manusia.

Manusia merupakan jagad kecil karena seluruh yang ada di jagad ini baik daya atomic, daya mineral, daya nabati, daya hewani ada pada diri manusia. Ada daya yang hanya dipunyai oleh manusia yaitu daya akal atau daya rasional. Dengan akal pikiran manudia dapat mencari ilmu pengetahuan dan teknologi. Daya akal adalah hadiah terbesar dari Tuhan.

Berdasarkan kajian di atas, selayaknyalah manusia memiliki kewajiban sebagai makhluk ciptaan Tuhan untuk menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Bahkan Tuhan menciptakan manusia semata-mata untuk beribaha kepada-Nya sebagaimana firman Allah yang berbunyi: “Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku”.

 

B. Arti Ibadah Bagiku

Beribadah kepada Tuhan perlu dibiasakan sejak kecil mulai dari lingkungan keluarga. Di dalam lingkungan agama Islam dicontohkan membiasakan beribadah pada usia balita yaitu dengan memperkenalkan doa-doa sebelum melakukan kegiatan, contoh doa sebelum makan dan doa sebelum tidur. Pada usia 7 tahun anak harus sudah diperkenalkan wudhu dan shalat bahkan usia 9 tahun tidak menjalankan shalat boleh diukul bagian yang tidak berbahaya dengan maksud mendidik; tidak ada unsure kekerasan, tetapi menanamkan kedisiplinan. Hal ini dilakukan agar menjelang usia baligh (haid bagi wanita dan mimpi bagi pria) seorang anak diharapkan sudah mandiri menjalankan shalat dan sudah menjadi kebiasaan beribadah rutin dan teratur.

Tanpa melalui pembiasaan seperti diatas, sulit bagi anak untuk menanamkan keteraturan shalat 5 waktu. Demikian juga dengan ibadah puasa perlu diajarkan sejak kecil sehingga anak tidak merasa terbebani dimana rutinitas ibadah menjadi tindakan spontanitas yang menyenangkan dalam kehidupan sehari-hari, jauh dari rasa keterpaksaan.

 

C. Mengembangkan Ilmu Agama yang Dianutnya

Segala ilmu yang ada di dunia ini berasal dan bersumber dari Tuhan Yang Maha Esa

1.  Ilmu Kauliah atau ilmu Sunnatullah

Yaitu ilmu yang mempelajari tentang hal-hal yang bersifat materi dan tampak gejala alamiah. Ilmu yang sudah pasti kebenarannya disebut hukum sedangkan ilmu yang belum pasti kebenarannya baru disebut persepsi.

Dari hukum kauliah atau hukum ala mini muncullah ilmu-ilmu seperti ilmu biologi, kimia, fisika, matematika, geografi, dan masih banyak lagi. makin hari ilmu kauliah terus berkembang sesuai dengan penemuan-penemuan hasil penelitian dan teknologi terkini.

2.  Ilmu Gaib atau ilmu spiritual atau ilmu agama.

Berbeda dengan ilmu kauliah, ilmu spiritual tidaklah tampak. Jika ilmu kauliah atau ilmu alam bisa dipelajari melalui penelitian manusia, maka ilmu spiritual bukan hasil dari penelitian manusia tetapi langsung diturunkan oleh Tuhan Yang Maha Esa dalam bentuk wahyu (Kitab Suci) yang diterima oleh para utusan Tuhan yaitu Nabi untuk disampaikan kepada seluruh umat manusia di dunia sebagai pedoman selama hidupnya agar mencapai kebahagiaan baik di dunia maupun di akhirat.

Hukum alam (sunnatullah) dan hukum agama (spiritual) bersifat absolute atau mutlak dan keduanya tidak saling berbenturan atau bertentangan.

Minggu, 27 September 2020

REMAJA

 


Pengertian Remaja

Masa remaja adalah masa transisi dalam rentang kehidupan manusia, menghubungkan masa kanak-kanak dan masa dewasa (Santrock, 2003).

Masa remaja disebut pula sebagai masa penghubung atau masa peralihan antara masa kanak-kanak dengan masa dewasa. Pada periode ini terjadi perubahan-perubahan besar dan esensial mengenai kematangan fungsi-fungsi rohaniah dan jasmaniah, terutama fungsi seksual (Kartono, 1995).

Masa remaja adalah masa transisi yang ditandai oleh adanya perubahan fisik, emosi dan psikis. Masa remaja, yakni antara usia 10-19 tahun, adalah suatu periode masa pematangan organ reproduksi manusia, dan sering disebut masa pubertas. Masa remaja adalah periode peralihan dari masa anak ke masa dewasa (Widyastuti, Rahmawati, Purnamaningrum; 2009).

Pubertas adalah periode dalam rentang perkembangan ketika anak-anak berubah dari mahluk aseksual menjadi mahluk seksual. Kata pubertas berasal dari kata latin yang berarti “usia kedewasaan”. Kata ini lebih menunjukkan pada perubahan fisik daripada perubahan perilaku yang terjadi pada saat individu secara seksual menjadi matang dan mampu memperbaiki keturunan (Hurlock, 1980).

Pada 1974, WHO (World Health Organization) memberikan definisi tentang remaja yang lebih bersifat konseptual. Dalam definisi tersebut dikemukakan tiga kriteria, yaitu biologis, psikologis, dan sosial ekonomi, sehingga secara lengkap definisi tersebut berbunyi sebagai berikut. Remaja adalah suatu masa di mana:

1).  Individu berkembang dari saat pertama kali ia menunjukkan tandatanda seksual sekundernya sampai saat ia mencapai kematangan seksual.

2).  Individu mengalami perkembangan psikologis dan pola identifikasi dari kanak-kanak menjadi dewasa.

3).  Terjadi peralihan dari ketergantungan sosial-ekonomi yang penuh kepada keadaan yang relatif lebih mandiri (Muangman dalam Sarwono, 2010).

Dalam tahapan perkembangan remaja menempati posisi setelah masa anak dan sebelum masa dewasa. Adanya perubahan besar dalam tahap perkembangan remaja baik perubahan fisik maupun perubahan psikis (pada perempuan setelah mengalami menarche dan pada laki-laki setelah mengalami mimpi basah) menyebabkan masa remaja relatif bergejolak dibandingkan dengan masa perkembangan lainnya. Hal ini menyebabkan masa remaja menjadi penting untuk diperhatikan.

 

Batasan Usia Remaja

Menurut WHO, remaja adalah penduduk dalam rentang usia 10-19 tahun.

Menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 25 tahaun 2014, remaja adalah penduduk dalam rentang usia 10-18 tahun.

Dan menurut Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) rentang usia remaja adalah 10-24 tahun dan belum menikah.

Pada masa ini begitu pesat mengalami pertumbuhan dan perkembangan baik itu fisik maupun mental. Sehingga dapat dikelompokkan remaja terbagi dalam tahapan berikut ini

1.    Pra Remaja (11 atau 12-13 atau 14 tahun)

Pra remaja ini mempunyai masa yang sangat pendek, kurang lebih hanya satu tahun; untuk laki-laki usia 12 atau 13 tahun - 13 atau 14 tahun.

Dikatakan juga fase ini adalah fase negatif, karena terlihat tingkah laku yang cenderung negatif. Fase yang sukar untuk hubungan komunikasi antara anak dengan orang tua. Perkembangan fungsi-fungsi tubuh juga terganggu karena mengalami perubahan-perubahan termasuk perubahan hormonal yang dapat menyebabkan perubahan suasana hati yang tak terduga.

Remaja menunjukkan peningkatan reflektivenes tentang diri mereka yang berubah dan meningkat berkenaan dengan apa yang orang pikirkan tentang mereka. Seperti pertanyaan: Apa yang mereka pikirkan tentang aku ? Mengapa mereka menatapku? Bagaimana tampilan rambut aku? Apakah aku salah satu anak “keren”? dan lain lain.

2.    Remaja Awal (13 atau 14 tahun - 17 tahun)

Pada fase ini perubahan-perubahan terjadi sangat pesat dan mencapai puncaknya. Ketidakseimbangan emosional dan ketidakstabilan dalam banyak hal terdapat pada usia ini. Ia mencari identitas diri karena masa ini, statusnya tidak jelas.

Pola-pola hubungan sosial mulai berubah. Menyerupai orang dewasa muda, remaja sering merasa berhak untuk membuat keputusan sendiri. Pada masa perkembangan ini, pencapaian kemandirian dan identitas sangat menonjol, pemikiran semakin logis, abstrak dan idealistis dan semakin banyak waktu diluangkan diluar keluarga.

3.    Remaja Lanjut (17-20 atau 21 tahun)

Dirinya ingin menjadi pusat perhatian; ia ingin menonjolkan dirinya; caranya lain dengan remaja awal. Ia idealis, mempunyai cita-cita tinggi, bersemangat dan mempunyai energi yang besar. Ia berusaha memantapkana identitas diri, dan ingin mencapai ketidaktergantungan emosional.

Ada perubahan fisik yang terjadi pada fase remaja yang begitu cepat, misalnya perubahan pada karakteristik seksual seperti pembesaran buah dada, perkembangan pinggang untuk anak perempuan sedangkan anak laki-laki tumbuhnya kumis, jenggot serta perubahan suara yang semakin dalam. Perubahan mentalpun mengalami perkembangan.

Pada fase ini pencapaian identitas diri sangat menonjol, pemikiran semakin logis, abstrak, dan idealistis, dan semakin banyak waktu diluangkan di luar keluarga. Selanjutnya, perkembangan tersebut diatas disebut fase pubertas (puberty) yaitu suatu periode dimana kematangan kerangka atau fisik tubuh seperti proporsi tubuh, berat dan tinggi badan mengalami perubahan serta kematanagan fungsi seksual yang terjadi secara pesat terutama pada awal masa remaja.

Akan tetapi, pubertas bukanlah peristiwa tunggal yang tiba-tiba terjadi. Pubertas adalah bagian dari suatu proses yang terjadi berangsur-angsur (gradual). Pada fase ini kita banyak melihat fenomena remaja yang duduk-duduk berjam-jam didepan kaca untuk penampilan yang sempurna untuk meyakinkan bahwa dirinya menarik. Terkadang juga remaja berpenampilan yang aneh-aneh supaya mendapat perhatian dan diakui keberadaannya. Misalnya, tentang model rambut, model baju, model assesoris yang selalu mengikuti perkembangan jaman dan tingkah laku lain yang kadang kita anggap tidak sewajarnya dan lain sebagainya.

Selanjutnya, fase remaja didahului oleh timbulnya harga diri yang kuat, ekspresi kegirangan, keberanian yang berlebihan. Karena itu mereka yang berada pada fase ini cenderung membuat keributan, kegaduhan yang sering mengganggu. Tendens untuk berada dalam suasana ribut dan berlebihan yang bersifat fisik, lebih banyak terdapat pada anak laki-laki.

Tugas Perkembangan Remaja

1)   Mencapai hubungan baru dan yang lebih matang dengan teman sebaya baik pria maupun wanita.

2)   Mencapai peran sosial pria, dan wanita.

3)   Menerima keadaan fisiknya dan menggunakan tubuhnya secara efektif.

4)   Mengharapkan dan mencapai perilaku sosial yang bertanggung jawab.

5)   Mencapai kemandirian emosional dari orang tua dan orang-orang dewasa lainnya.

6)   Mempersiapkan karir ekonomi.

7)   Mempersiapkan perkawinan dan keluarga.

8)   Memperoleh perangkat nilai dan sistem etis sebagai pegangan untuk berperilaku mengembangkan ideologi.

Dalam masa remaja, penampilan anak berubah, sebagai hasil peristiwa pubertas yang hormonal, mereka mengambil bentuk tubuh orang dewasa. Pikiran mereka juga berubah; mereka lebih dapat berpikir secara abstrak dan hipotesis. Perasaan mereka berubah terhadap hampir segala hal. Semua bidang cakupan perkembangan sebagai seorang remaja menghadapi tugas utama mereka: membangun identitas –termasuk identitas seksual- yang akan terus mereka bawa sampai masa dewasa (Papalia, Old, & Feldman; 2008).

 


Selasa, 25 Agustus 2020

Cara Cepat Memahami Pelajaran

 


Lakukan yang terbaik, bersikaplah yang baik maka kau akan menjadi orang yang terbaik.

 

Dalam proses pembelajaran tidak seterusnya peserta didik akan berhasil, banyak sekali hal-hal yang dapat mengakibatkan munculnya kesulitan belajar serta terjadinya kegagalan yang dialami peserta didik. Gejala kesulitan belajar tersebut akan tampak jelas di saat peserta didik kelihatan lemah, malas, tidak kreatif, tidak menguasai bahan yang telah disampaikan oleh guru, dan akhirnya selalu ragu-ragu dalam mengerjakan tugas.

Membicarakan tentang penyebab sebenarnya banyak sekali. Ketika kamu berhasil mengetahui akar masalah dari kesulitan mereka dalam memahami materi pelajaran, baru kamu dapat mencari cara mengatasinya. Dibawah ini merupakan factor-faktor pemicu yang umum dari situasi demikian:

1.      Stress Akibat Target yang Ditetapkan

Biasanya, target pembelajaran yang harus dicapai diluar batas kemampuannya sehingga anak kurang memahami pelajaran dan justru menjadi semakin stress.

2.      Ketakutan untuk Jujur

Siswa cenderung tidak mengakui kalau ia terlambat dalam memahami suatu materi, entah merasa malu untuk bertanya atau apa, ia tetap berpura-pura paham dan tetap mengikuti kelas. Padahal, semakin hari materi yang diberikan kian bertambah dan biasanya berkesinambungan satu sama lain. jika dia gagal memahami materi ditengah-tengah maka dia akan ketinggalan pelajaran.

Selama sebulan lebih, siswa melaksanakan pembelajaran jarak jauh karena pandemi virus corona atau Covid-19. Agar pembelajaran yang dilakukan dari rumah menyenangkan dan gampang memahami pelajara, ada 6 tips yang dikembangkan Program PINTAR Tanoto Foundation :

1.      Motivasi diri

Ciptakan motivasi untuk belajar dengan cara berikut:

Buat perjanjian dengan diri sendiri kalau kamu baru bisa melakukan aktivitas favoritmu (seperti nonton, jalan-jalan, main game) setelah semua target belajar tercapai. Jangan melakukan aktivitas favoritmu sebelum tugas yang diberikan guru selesai. Ini akan membuat kalian semangat untuk mengerjakan tugas.

Tulis dan pajang pepatah motivasi favorit kamu di dekat meja belajar atau ditempel didinding kamarmu. Kamu juga bisa minta bantuan dari keluarga atau teman-temanmu untuk mengingatkan kamu.

2.      Atur waktu

Pergunakan waktu belajarmu dengan efektif dengan teknik Pomodoro berikut. Tentukan target harian dan jam belajar kamu setiap paginya. Buat daftar tugas dan komunikasikan jadwal belajar kamu kepada keluarga atau temanmu supaya bisa ikut memonitor dan membantu kamu.

Mulailah bekerja dengan mengikuti teknik mengatur waktu Pomodoro berikut: Buat daftar tugas yang harus dikerjakan Kerjakan tugas selama 25 menit Centang daftar tugas yang sudah terlaksana Istirahatlah selama 5 menit Kembali bekerja selama 25 menit + 5 menit istirahat. Ini adalah satu kegiatan Pomodoro Setelah melaksanakan teknik 4 Pomodoro, lakukan istirahat panjang (30 menit). Setelah semua tugas di daftarmu selesai, lakukan aktivitas lain untuk pengembangan diri kamu.

3.      Mengerjakan tugas dan hobi

Pastikan kamu dapat mengerjakan tugas yang diberikan dengan tepat dengan langkah berikut: Baca penugasan dari guru dengan teliti. Jika belum mengerti, bertanyalah kepada guru atau teman kamu melalui aplikasi chat, SMS, atau telepon. Untuk pembelajaran daring, pastikan kamu sudah menyiapkan HP atau laptop, koneksi internet yang stabil, kuota yang cukup, dan aplikasi belajar yang dibutuhkan. Untuk pembelajaran berbasis proyek, pastikan alat dan bahannya sudah tersedia di rumahmu.

Jika ada kendala, langsung laporkan ke orangtua, guru, atau komunikasikan kepada teman. Setelah selesai, laporkan atau kirimkan hasil kerjamu kepada guru dan orangtuamu. Supaya tidak bosan, setelah mengerjakan tugas sekolah, kamu bisa menyegarkan diri dengan berolahraga, memasak, atau melakukan aktivitas favoritmu.

4.      Tanya orang

Meskipun tidak bertemu langsung, bukan berarti kamu tidak berinteraksi dengan orang lain. Kamu bisa tetap berkomunikasi dengan orang-orang terdekatmu untuk membantu proses belajarmu dan memastikan kamu tahu apa yang terjadi di sekelilingmu.

Orangtua: kamu bisa berdiskusi tentang proyekmu atau isu-isu terkini.

Guru: kamu bisa bertanya tentang tugas atau meminta masukan atas hasil tugas yang dikerjakan.

Teman-teman sekelas: kamu bisa saling memberi kabar, berdiskusi tentang tugas dan isu-isu terkini. 

Website sumber belajar dan platform berita: kamu bisa mencari referensi tugas dan membaca berita-berita 

terkini.

5.      Ulang materinya lagi

Mengerjakan tugas saja kadang tidak cukup untuk memahami materi pembelajaran. Cara berikut bisa kamu coba untuk benar-benar memahami pelajaran dengan mengulang materinya kembali. Nonton video-video pembelajaran online. Diskusikan materi yang dipelajari dengan teman-teman kamu di group chat. Buat rangkuman atau peta konsep materi tersebut yang dapat membantu kamu mengulang kembali materi tersebut di masa depan. Kerjakan soal-soal tambahan kalau kamu butuh tantangan lebih.

6.      Lanjutkan dan perbaiki

Setelah mencoba strategi belajar ini, renungkan kembali apakah pola ini berhasil bagi kamu: Jika sudah berhasil, bagaimana supaya lebih optimal? Jika belum berhasil, kira-kira faktor apa yang menjadi alasannya? Bagaimana cara memperbaikinya?

Yang paling penting supaya kita cepat paham dan tidak mudah bosan pada suatu pelajaran yaitu “sukai pelajaran tersebut”. Jika kita menyukai suatu pelajaran maka kita tidak akan mudah bosan, bahkan kita akan selalu ingin dan ingin mempelajari mata pelajaran itu sampai kita bisa.

 


Rabu, 13 Mei 2020

BAHAYA PENYALAHGUNAAN PEMAKAIAN NARKOTIKA




Penyalahgunaan segala jenis dan bentuk narkotika baik alamiah maupun sintesis, merupakan pengaruh terhadap kesehatan jasmani maupun rohani.

1.       Pengaruh buruk terhadap organ-organ dalam tubuh manusia, mengakibatkan korban mengalami kemunduran daya berfikir, lemah ingatan, pelupa dan menjadi dungu.

2.       Pengaruh terhadap system syaraf dan pusat, yakni timbulnya:

a.       Halusinasi yaitu keadaan sipemakai narkoba mengalami “khayalan” seperti melihat, mendengar yang tidak ada kenyataannya

b.      Dellitium, yaitu suatu keadaan dimana pemakai narkotika mengalami penurunan kesadaran dan timbulnya kegelisahan yang dapat menimbulkan gangguan terhadap gerakan anggota tubuh si pemakai

c.       Euphoria, yaitu suatu rangsangan kegembiraan yang tidak sesuai dengan kenyataan dan kondisi badan si pemakai

d.      Drowsiness, yaitu kesadaran merosot seperti orang mabuk kacau ingatan, mengantuk

3.       Pengaruh terhadap peredaran darah, yakni dapat mengakibatkan denyut jantung meningkat dan bila pemakaian narkotika overdosis akan menyebabkan kematian mendadak.

4.       Pengaruh terhadap alat-alat pencernaan dalam terutama kerusakan fungsi hati

5.       Bahaya ketagihan dan ketergantungan kepada narkotika secara fisik dan psikis

a.       Ketergantungan  secara psikis, dimana tubuh penderita sebenarnya tidak membutuhkan, hanya pikirannya yang membutuhkan

6.       Bahaya penghentian secara tiba-tiba akan menimbulkan withdrawal syndrome, yakni keadaan fisik dan psikis menderita akan mengalami gejala-gejala sebagai berikut:

a.       Gugup, lemas dan gelisah

b.      Manic mata mengecil, bulu roma kuduk berdiri

c.       Sering menguap seperti orang kurang tidur atau mengantuk dan hidung berkeringat

d.      Badan panas dingin dan menggigil, anggota badan kaki dan lengan terasa pegal-pegal

7.       Tanda-tanda orang yang ketagihan heroin adalah:

a.       Ingusan dan mata berair

b.      Wajah tampak kemerah-merahan, sering mengantuk

c.       Tampak tidak sehat dan kelihatan badannya kotor

d.      Tidak nafsu makan, gatal-gatal pada luka bekas suntikan heron dan perilakunya sering bertentangan dengan norma-norma masyarakat tanpa merasa dirinya bersalah.

8.       Pengaruh heroin terhadap fisik, adalah:

a.       Sukar bernafas, muka merah dan mengantuk terus

b.      Perut sakit dan mulas

c.       Manic mata mengecil dan sayu

9.       Pengaruhnya terhadap psikis, adalah: kemandulan/kepribadian dalam perilakunya sadistis, tidak dapat mengendalikan diri dan tidak ada rasa tanggung jawab.

10.   Bahaya sosial kemasyarakatan

 

1.       Sebutkan ciri-ciri pemakai narkoba yang anda ketahui!

2.       Uraikan strategi apa saja yang dapat dilakukan untuk pencegahan penyalahgunaan narkotika!

3.       Jika anda mengetahui bahwa sahabat anda pemakai narkoba, apa yang anda lakukan?

4.       Mengapa narkoba sangat berbahaya? Jelaskan!

5.       Bagaimana cara menghindari narkoba?

Tugas

 

 

 

 

.


Minggu, 12 April 2020

MENGAPA NARKOBA DISALAHGUNAKAN?



Narkotika adalah zat/obat yang berasal dari tanaman/bukan tanaman baik sintesis maupun semi sintesis yang dapat menyebabkan penurunan/perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan.

A.    Jenis dan Golongan Narkoba:
      1.      Narkotika
Narkotika ini menghasilkan analgesic dan euphoria. Contoh: Opium, morfin, kodein, heroin, hidromorfon, meperidin, metadon. Nama sebutan di jalan: horse, junk, H (heroin), poppy (bunga opium), dan lain-lain.

      2.      Alkohol
Konsumsi alcohol rendah sampai sedang menghasilkan perasaan sejahtera dan mengurangi hambatan. Pada konsentrasi yang lebih tinggi, fungsi motorik dan intelektual menjadi rusak, alam perasaan menjadi labil dan karakteristik perilaku depresi, euphoria dan agresif. Contoh : bir, anggur, whiski, scoteh, tuak, rum, tequila, dll.

      3.      Depresan
Digunakan dalam medis sebagai agen anti ansietas, sedative, hipnotis, antikonvulsan dan anestetik. Agen agen ini menekan kerja dari susunan saraf pusat menghasilkan ketenangan secara seksama, member efek rileks untuk orang orang yang menggunkannya. Pada posisi tinggi dapat menyebabkan tidur. Contoh: benzodiazepine, barbiturate, klorai hidarat, metaqualon, mepbamat. Nama sebutan dijalan: petere, mickey, grren and white, blues, yellows, dan lain-lain.

     4.      Stimulant
Stimulant merangsang kerja susunan saraf pusat, menghasilkan peningkatan kesdaran, kegembiraan, meningkatkan denyut nadi dan tekanan darah, insomnia dan kehilangan nafsu makan. Contoh: amfetamin, metal penidat, fenmetrazin, kokain, hidroklorida kokain, kafein, tembakau. Nama sebutan di jalan: Bennies, wekw-ups, uppers, speed, snow, girl, speed ball, dan lain-lain.

      5.      Halusinogen
Halusinogen bekerja sebagai agen simtomimetik, menghasilkan efek samping mirip dengan yang dihasilkan dari stimulus system saraf simpatis (missal: kegembiraan, peningkatan energy, distorsi indera). Contoh: LSD (asam ligersik dietianid), meskalin, pensiklidin. Nama sebutan di jalan: asam, angela dust, hog, peace pill, crystal, dan lain-lain.

      6.      Kannabionol
Kannabionol menghasilkan keadaan relaksasi bebasansietas yang dikarakteristikkan oleh perasaan sejahtera. Dosis besar dapat menimbulkan halusinasi. Contoh: mariyuana, ganja. Nama sebutan di jalan: joint, reefers, potgrass, mary jane, hash.

B.     Faktor-Faktor Pencetus Narkoba Disalahgunakan
      1.      Keluarga penyelahguna alcohol dan zat
Dari penelitian yang telah dilakukan didapatkan bahwa pecandu alcohol lebih sering terjadi pada keluarga yang orang tuanya juga pecandu alcohol.

      2.      Pendidikan sekolah yang buruk
Disiplin yang terlalu kaku dan hukuman yang sering diberikan serta adanya prasangka dari pihak sekolah terhadap remaja yang mempunyai sikap dan tingkah laku kurang baik, remaja drop out sering membuat remaja ini tergabung dalam kelompok sebaya pengguna zat.

      3.      Tekanan kelompok sebaya
Perkanalan pertama dengan zat biasanya justru datang dari sekelompok. Pengaruh dari teman sekelompok ini dapat menciptakan keterikatan dan kebersamaan. Sehingga yang bersangkutan akan sukar melepaska diri.

      4.      Hubungan dengan orang tua yang buruk
Hubungan yang kurang baik dengan orang tua menyebabkan anak mencari pengganti dan kompensasi ke dalam teman kelompok sebaya.

      5.      Harga diri yang rendah
Factor kepribadian yang ditandai dengan ketidakmampuan menyesuaikan diri dengan kurang persaya diri merupakan cirri kepribadian yang rawan pada penyalahgunaan. Remaja menggunakan efek zat untuk memenuhi kebutuhan perasaan aman dan terlindung serta memepertahankan diri.

      6.      Keprbadian antisocial
Kepribadian seseorang yang ditandai dengan ketidakmampuan menyesuaikan diri, perilaku anti sosial dan kurang percaya diri, dapat merupakan keprbadian yang rawan bagi pengguna zat.

      7.      Depresi
Untuk mengatasi ketegangan, kecemasan, seseorang sering menggunakan zat, yang dapat berlanjut kepada penyalahgunaan zat/ketergantungan.

      8.      Keagamaan yang rendah
Kurangnya keyakinan Bergama dan jarang melakukan ibadah agamanya merupakan factor yang besar untuk menyalahgunakan zat.

      9.      Pengaruh cultural dan etnis
Adanya hal yang konsisten antara kenakalan dan penyalahgunaan zat dengan karakteristik suatu masyarakat.




Jika ada Pertanyaan silahkan tanyakan dikolom komentar. terima kasih J