MANUSIA BELAJAR
Belajar sudah
kita lakukan sejak kecil, naluri belajar sudah kita dapatkan sejak kita lahir.
Bagaimana belajar mengenal lingkungan kita, bagaimana kita bertanya tentang
sesuatu yang tidak kita ketahui.
Akan kita
ketahui apa paradigma belajar dimana otak manusia menyimpan keajaiban sebagai
pusat belajar. Kompleksitas kerja otak kita yang berkolaborasi dengan
lingkungan dan pengaruh makanan yang kita makan akan membentuk multi kecerdasan
sebagai karunia Allah SWT.
Kemampuan
manusia dibedakan dua yaitu kemampuan umum dan kemampuan khusus.
Kemampuan belajar umum
dimana semua orang mempunyai namun porsi berbeda pada setiap individu. Semua
manusia hidup mempunyai kemampuan akademik, kemampuan mengungkapkan emosi, kemampuan
spiritual dan kemampuan adversity. Sedangkan kemampuan belajar khusus itu
adalah bakat dan minat. Semua kemampuan itu mempengaruhi bagaimana
karakteristik manusia.
Manusia makhluk
belajar, setiap orang lahir dalam keadaan lemah, tidak tahu apa-apa dan tidak
bisa apa-apa. We born to learn kita lahir untuk menjadi manusia pembelajar.
Artinya manusia harus belajar terus menerus baik di sekolah maupun dalam
kehidupan di masyarakat luas dengan tujuan akhir menjadi kemuliaan manusia.
George Bernard
Shaw (ahli psikologi belajar) menyatakan bahwa: seorang yang berpikir dan
mengetahui cara berpikir selalu dapat mengalahkan sepuluh orang yang tidak
berpikir dan tidak mengetahui cara berpikir. Untuk menjadi sukses yang hakiki
setiap orang harus menjadi manusia pembelajar.
Pada dasarnya
IQ, EQ, SQ, dan AQ dapat diketahui melalui TES sedangkan bakat dan minat bisa
diketahui melalui alat inventory (daftar pertanyaan). Perpaduan hasil tes dan
inventory mempunyai peranan dalam kemampuan mengetahui bagaimana potensi dasar
kita. Eksplorasi potensi dasar untuk belajar akan membantu kita melihat
mengembangkan diri.

