Rabu, 10 Februari 2021

DAHSYATNYA POTENSI DASAR

 

MANUSIA BELAJAR

Belajar sudah kita lakukan sejak kecil, naluri belajar sudah kita dapatkan sejak kita lahir. Bagaimana belajar mengenal lingkungan kita, bagaimana kita bertanya tentang sesuatu yang tidak kita ketahui.

Akan kita ketahui apa paradigma belajar dimana otak manusia menyimpan keajaiban sebagai pusat belajar. Kompleksitas kerja otak kita yang berkolaborasi dengan lingkungan dan pengaruh makanan yang kita makan akan membentuk multi kecerdasan sebagai karunia Allah SWT.

Kemampuan manusia dibedakan dua yaitu kemampuan umum dan kemampuan khusus.

Kemampuan belajar umum dimana semua orang mempunyai namun porsi berbeda pada setiap individu. Semua manusia hidup mempunyai kemampuan akademik, kemampuan mengungkapkan emosi, kemampuan spiritual dan kemampuan adversity. Sedangkan kemampuan belajar khusus itu adalah bakat dan minat. Semua kemampuan itu mempengaruhi bagaimana karakteristik manusia.

 


 

  PARADIGMA DALAM BELAJAR

Manusia makhluk belajar, setiap orang lahir dalam keadaan lemah, tidak tahu apa-apa dan tidak bisa apa-apa. We born to learn kita lahir untuk menjadi manusia pembelajar. Artinya manusia harus belajar terus menerus baik di sekolah maupun dalam kehidupan di masyarakat luas dengan tujuan akhir menjadi kemuliaan manusia.

George Bernard Shaw (ahli psikologi belajar) menyatakan bahwa: seorang yang berpikir dan mengetahui cara berpikir selalu dapat mengalahkan sepuluh orang yang tidak berpikir dan tidak mengetahui cara berpikir. Untuk menjadi sukses yang hakiki setiap orang harus menjadi manusia pembelajar.

Pada dasarnya IQ, EQ, SQ, dan AQ dapat diketahui melalui TES sedangkan bakat dan minat bisa diketahui melalui alat inventory (daftar pertanyaan). Perpaduan hasil tes dan inventory mempunyai peranan dalam kemampuan mengetahui bagaimana potensi dasar kita. Eksplorasi potensi dasar untuk belajar akan membantu kita melihat mengembangkan diri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar