A. Bagaimana
proses komunikasi berlangsung
Tujuan komunikasi
Yaitu mempengaruhi lawan
bicara/komunikan untuk mengubah perilaku, kepercayaan, dan sikap terhadap komunikator.
Komunikator : adalah individu atau
kelompok yang mengambil prasarsa dalam mengadakan komunikasi dengan individu
atau kelompok lainnya yang menjadi sasaran.
Message
atau pesan : adalah inti atau isi
permasalahan/materi yang akan disampaikan dalam kegiatan komunikasi.
Komunikan : adalah obyek/sasaran
dari kegiatan komunikasi atau lawan bicara bagi komunikator.
Feedback : atau umpan balik
adalah tanggapan yang diberikan komunikan terhadap isi pesan yang dikomunikasikan
tersebut. Tanggapan tidak selamanya diterima sebagai hal yang positif namun
adakalanya juga negative.
Ada
3 jenis pesan
1. Pesan
informative
Yaitu pesan yang sifatnya memberikan keterangan atau sesuatu yang diperoleh sebagai pengetahuan yang sebelumnya tidak dimiliki.
2. Pesan persuasif
Yaitu pesan yang sifatnya membujuk. Pesan persuasif dipandang sebagai salah satu usaha untuk mengubah pikiran dan tindakan dengan memanipulasi motif-motif kearah tujuan yang telah ditetapkan. Seperti Iklan
3. Pesan koersif
Yaitu
pesan yang bersifat memaksa. Seperti peraturan
Bentuk
komunikasi efektif
1. Komunikasi
verbal
Yaitu
bentuk komunikasi yang disampaikan dengan cara tulisan atau lisan
2. Komunikasi non
verbal
Yaitu
bentuk komunikasi menggunakan bahasa isyarat
B. Pembicara yang asertif
kunci keberhasilan
Contoh perilaku
berbicara
|
Perilaku
berbicara |
Perilaku
non verbal |
Perilaku
verbal |
|
Agresif
|
Bicara
keras dan cepat, menatap pembicara adalah sikap kasar |
“Lakukan
sesuai perintah” |
|
Pasif
|
Bicara
pelan, terlihat gugup dan gelisah |
“Anu,
ini hanya menurut saya, lho….” |
|
Asertif
|
Santai,
percaya diri, cocok dengan orang lain |
“Menurut
saya lebih baik begini. Bagaimana menurut anda?” |
1. Komunikasi
Agresif
Komunikasi
yang dilakukan cenderung lebih ke mempertahankan sikap serta pendapat tanpa
memperdulikan dan mempertimbangkan orang lain. perilaku komunikasi seperti ini
sifatnya sangat merugikan orang lain, dan bisa membuat orang lain menderita.
2. Komunikasi
Pasif
Komunikasi
pasif merupakan komunikasi yang dilakukan cenderung memilih diam atau mengiyakan.
Tipe komunikasi seperti ini sulit untuk mengatakan tidak. Lebih condong merasa
tidak enak, sungkan, dan lain-lain
3. Komunikasi
Asertif
Komunikasi
asertif merupakan komunikasi yang efektif, sebab dalam komunikasi ini, tidak
ada pihak yang dirugikan maupun tersakiti.selain itu, nisa menyampaikan
perasaan yang sedang dirasa dengan jujur, baik-baik, serta tidak menyakiti
lawannya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar