Minggu, 12 April 2020

MENGAPA NARKOBA DISALAHGUNAKAN?



Narkotika adalah zat/obat yang berasal dari tanaman/bukan tanaman baik sintesis maupun semi sintesis yang dapat menyebabkan penurunan/perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan.

A.    Jenis dan Golongan Narkoba:
      1.      Narkotika
Narkotika ini menghasilkan analgesic dan euphoria. Contoh: Opium, morfin, kodein, heroin, hidromorfon, meperidin, metadon. Nama sebutan di jalan: horse, junk, H (heroin), poppy (bunga opium), dan lain-lain.

      2.      Alkohol
Konsumsi alcohol rendah sampai sedang menghasilkan perasaan sejahtera dan mengurangi hambatan. Pada konsentrasi yang lebih tinggi, fungsi motorik dan intelektual menjadi rusak, alam perasaan menjadi labil dan karakteristik perilaku depresi, euphoria dan agresif. Contoh : bir, anggur, whiski, scoteh, tuak, rum, tequila, dll.

      3.      Depresan
Digunakan dalam medis sebagai agen anti ansietas, sedative, hipnotis, antikonvulsan dan anestetik. Agen agen ini menekan kerja dari susunan saraf pusat menghasilkan ketenangan secara seksama, member efek rileks untuk orang orang yang menggunkannya. Pada posisi tinggi dapat menyebabkan tidur. Contoh: benzodiazepine, barbiturate, klorai hidarat, metaqualon, mepbamat. Nama sebutan dijalan: petere, mickey, grren and white, blues, yellows, dan lain-lain.

     4.      Stimulant
Stimulant merangsang kerja susunan saraf pusat, menghasilkan peningkatan kesdaran, kegembiraan, meningkatkan denyut nadi dan tekanan darah, insomnia dan kehilangan nafsu makan. Contoh: amfetamin, metal penidat, fenmetrazin, kokain, hidroklorida kokain, kafein, tembakau. Nama sebutan di jalan: Bennies, wekw-ups, uppers, speed, snow, girl, speed ball, dan lain-lain.

      5.      Halusinogen
Halusinogen bekerja sebagai agen simtomimetik, menghasilkan efek samping mirip dengan yang dihasilkan dari stimulus system saraf simpatis (missal: kegembiraan, peningkatan energy, distorsi indera). Contoh: LSD (asam ligersik dietianid), meskalin, pensiklidin. Nama sebutan di jalan: asam, angela dust, hog, peace pill, crystal, dan lain-lain.

      6.      Kannabionol
Kannabionol menghasilkan keadaan relaksasi bebasansietas yang dikarakteristikkan oleh perasaan sejahtera. Dosis besar dapat menimbulkan halusinasi. Contoh: mariyuana, ganja. Nama sebutan di jalan: joint, reefers, potgrass, mary jane, hash.

B.     Faktor-Faktor Pencetus Narkoba Disalahgunakan
      1.      Keluarga penyelahguna alcohol dan zat
Dari penelitian yang telah dilakukan didapatkan bahwa pecandu alcohol lebih sering terjadi pada keluarga yang orang tuanya juga pecandu alcohol.

      2.      Pendidikan sekolah yang buruk
Disiplin yang terlalu kaku dan hukuman yang sering diberikan serta adanya prasangka dari pihak sekolah terhadap remaja yang mempunyai sikap dan tingkah laku kurang baik, remaja drop out sering membuat remaja ini tergabung dalam kelompok sebaya pengguna zat.

      3.      Tekanan kelompok sebaya
Perkanalan pertama dengan zat biasanya justru datang dari sekelompok. Pengaruh dari teman sekelompok ini dapat menciptakan keterikatan dan kebersamaan. Sehingga yang bersangkutan akan sukar melepaska diri.

      4.      Hubungan dengan orang tua yang buruk
Hubungan yang kurang baik dengan orang tua menyebabkan anak mencari pengganti dan kompensasi ke dalam teman kelompok sebaya.

      5.      Harga diri yang rendah
Factor kepribadian yang ditandai dengan ketidakmampuan menyesuaikan diri dengan kurang persaya diri merupakan cirri kepribadian yang rawan pada penyalahgunaan. Remaja menggunakan efek zat untuk memenuhi kebutuhan perasaan aman dan terlindung serta memepertahankan diri.

      6.      Keprbadian antisocial
Kepribadian seseorang yang ditandai dengan ketidakmampuan menyesuaikan diri, perilaku anti sosial dan kurang percaya diri, dapat merupakan keprbadian yang rawan bagi pengguna zat.

      7.      Depresi
Untuk mengatasi ketegangan, kecemasan, seseorang sering menggunakan zat, yang dapat berlanjut kepada penyalahgunaan zat/ketergantungan.

      8.      Keagamaan yang rendah
Kurangnya keyakinan Bergama dan jarang melakukan ibadah agamanya merupakan factor yang besar untuk menyalahgunakan zat.

      9.      Pengaruh cultural dan etnis
Adanya hal yang konsisten antara kenakalan dan penyalahgunaan zat dengan karakteristik suatu masyarakat.




Jika ada Pertanyaan silahkan tanyakan dikolom komentar. terima kasih J

ETIKA



Secara etimologis kata etika sangat dekat dengan moral. Etika berasal dari bahasa yunani “ETHOS” artinya adat kebiasaan. Adapun moral berasal dari bahasa latin “MOS” yang juga mengandung arti adat kebiasaan.
Menurut Bertens (1984:4) mengartikan etika sebagai ilmu yang mempelajari adat kebiasaan, termasuk di dalamnya moral yang mengandung nilai dan norma yang menjadi pegangan hidup seseorang atau sekelompok orang bagi pengaturan tingkah lakunya. Dalam kaitannya dengan budi pekerti, etika membahasnya sebagai kesadaran seseorang untuk membuat pertimbangan moral yang rasional mengenai kewajiban memutuskan pilihan yang terbaik dalam menghadapi masalah nyata. Keputusan yang diambil seseorang wajib dapat dipertanggungjawabkan secara moral terhadap diri dan lingkungannya.
A.    Dasar Pengintegrasian Pendidikan Budi Pekerti/Etika
Pendidikan budi pekerti terintegrasi dalam seluruh mata pelajaran terutama pada pendidikan agama dan pendidikan kewarganegaraan. Pada saat ini, pendidikan budi pekerti makin diperjelas wujudnya, yaitu dengan:
1.      Penerapan pendidikan bukan hanya pada ranah kognitif saja, melainkan harus berdampak positif terhadap ranah afektif yang berupasikap dan perilaku peserta didik dalam kehidupan sehari-hari
2.      Penerapan pengintegrasian budi pekerti dilakukan melalui keteladanan, pembiasaan, pengkondisian lingkungan dan kegiatan-kegiatan spontan serta kegiatan terprogram.
3.      Pengembangan nilai-nilai budi pekerti sesuai dengan kondisi peserta didik dan perkembangan masyarakat.
B.     Nilai-Nilai Budi Pekerti
Nilai-nilai budi pekerti dibawah ini merupakan uraian berbagai perilaku dasar dan sikap yang diharapkan dimiliki peserta didik sebagai dasar dalam pembentukan pribadinya.
NILAI BUDI PEKERTI
DESKRIPSI
CONTOH PERILAKU
1.      Mentaati aturan agama




2.      Tumbuhnya disiplin diri






3.      Memiliki rasa tanggungjawab








4.      Memiliki rasa keterbukaan






5.      Memiliki kebersamaan dan gotong royong





6.      Memiliki tata krama           dan sopan santun






7.      Menumbuhkan                   kejujuran

1.      Yaitu sikap dan perilaku yang mencerminkan kepatuhan, tidak ingkar dan taat menjalankan perintah serta menghindari larangan agama
2.      Yaitu sikap dan perilaku sebagai cerminan dari ketaatan, kepatuhan, ketertiban, kesetiaan, ketelitian, dan keteraturan perilaku seseorang terhadap norma dan aturan yang berlaku
3.      Yaitu sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya yang seharusnya ia lakukan terhadap diri sendiri, masyarakat, lingkungan (alami, sosial dan budaya) Negara dan Tuhan Yang Maha Esa
4.      Yaitu sikap dan perilaku seseorang yang mencerminkan adanya keterusterangan terhadap apa yang dipikirkan, diinginkan, diketahui dan kesediaan menerima saran serta kritik dari orang tua
5.      Yaitu sikap dan perilaku seseorang yang mencerminkan adanya kesadaran dan kemauan untuk bersama-sama, saling membantu dan saling member tanpa pamrih
6.      Yaitu sikap dan perilaku sopan santun dalam bertindak dan bertutur kata terhadap orang tanpa menyinggung/menyakiti serta menghargai tata cara yang berlaku sesuai dengan norma, budaya dan adat istiadat.
7.      Yaitu sikap dan perilaku untuk bertindak dengan sesungguhnya dan apa adanya, tidak berbohong, tidak dibuat buat, tidak ditambah dan tidak dikurangi serta tidak menyembunyikan kebenaran.
1.      Menjalankan shalat setiap waktu dengan tertib

  
2.      Mentaati tata tertib sekolah






3.      Mengerjakan PR yang diberikan guru setiap selesai pelajaran







4.      Mengakui kelemahan yang dimiliki dengan tidak malu-malu (terus terang)




5.      Menolong teman yang kesusahan





6.      Menyapa dengan tutur kata baik pada orang yang lebih tua, sesama maupun yang lebih mudah



7.      Tidak membohongi diri sendiri


C. ETIKA DALAM BEKERJA

Di dunia ini diatur oleh suatu aturan agar pergerakan yang terjadi didalamnya dapat berjalan dengan tertib. demikian halnya dengan dunia kerja, dalam bekerja kita dituntut untuk melakukan segala sesuatunya sesuai dengan aturan main yang telah ditetapkan. etika hanya dihadirkan dengan tujuan untuk mengatur individu didalam sebuah perusahaan tentang bagaimana cara bersikap atau berperilaku, berinteraksi dan melakukan proses kerja dengan pihak-pihak didalam serta diluar perusahaan dalam membangun budaya kerja dan budaya perusahaan. walaupun memiliki budaya sendiri dimana budaya ini akan mempengaruhi pengaplikasian dari etika kerja di perusahaan.

penerapan etika dalam bekerja yang harus diperhatikan antara lain :
  1. menerima tamu
  2. terhadap rekan kerja
  3. etika berbincang-bincang
  4. bekerja dan menggunakan waktu
  5. berpakaian dan berpenampilan
  6. mengelola dan menggunakan fasilitas perusahaan
  7. menghadiri dan megikuti rapat
  8. menerima telepon
  9. terhadap pemimpin
  10. memarkir kendaraan.



Jika ada Pertanyaan silahkan tanyakan dikolom komentar. terima kasih J